JAKARTA – Peneliti Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Muhammad Dahlan meminta Presiden Joko Widodo terus membuat program pro rakyat untuk mengembalikan kepercayaan publik yang sempat tergerus pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Dukungan yang kuat dari publik sangat diperlukan di tengah kegaduhan politik antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) versus Koalisi Merah Putih (KMP).
Apalagi, sejumlah kalangan mulai risau, akibat beberapa isu ekonomi terdesak sensasi politik yang tidak menawarkan insentif positif bagi rakyat.
“Selain itu, harapan perbaikan kesejahteraan rakyat yang membuncah seiring tampilnya Presiden Joko Widodo bisa meredup jika proses pembangunan ekonomi menjadi kedodoran akibat kegaduhan politik,” urainya.
Menurut Dahlan, konflik berkepanjangan di institusi politik formal seperti DPR dan partai politik menjadi pertaruhan demokrasi.
Keberadaan dan fungsi kelembagaan politik sebagai institusi penopang demokrasi akan suram apabila terus terjebak konflik.
Karena itu, diperlukan kedewasaan sikap dari para elite politik untuk lebih mengedepankan kepentingan negara daripada kepentingan diri dan kelompok.
“Ke depan, jika politik masih diwarnai dengan arogansi-arogansi politik seperti ditunjukkan setahun belakangan, nasib demokrasi kita tampaknya tidak akan banyak mengalami perubahan ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.














