JAKARTA-Pengamat politik dari Universitas Presiden, AS Hikam menilai isu Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sempat mencuat belakangan ini merupakan manuver politik yang dilakukan sejumlah kelompok, khususnya kelompok islam politik.
Isu PKI tersebut digunakan untuk menekan Presiden Joko Widodo dan pemerintah, seperti mengaitkannya dengan propaganda adanya Komunis Gaya Baru (KGB), pengaruh China dalam hubungan antar negara, etsnis China Indonesia yang dianggap sebagai kolaborator, dan kelompok konglomerat China Indonesia yang disebut menguasai sektor ekonomi RI.
AS Hikam mengatakan pertanyaan tentang benar tidaknya kebangkitan PKI tidak relevan dijawab. Pasalnya, isu kebangkitan PKI itu bisa diciptakan untuk memunculkan persepsi tertentu. “Jangan tanya PKI itu ada atau tidak, karena itu soal persepsi dan bisa diciptakan. Oleh karena itu saya menganggap isu PKI ini adalah persoalan faktual saja,” ujarnya.
Hikam mengatakan, persepsi bahwa ideologi komunis sudah mati hanya bisa dipastikan dari tidak ada lagi orang yang menganut ideologi tersebut. Ideologi tidak pernah mati selama masih ada di dalam hati, dan pikiran.
Namun, Hikam mengatakan, komunisme sudah tidak memiliki kekuatan besar. Komunisme saat ini bahkan
kalah pamor dibanding ideologi Islam. “Sekarang yang paling powerfull justru ideologi Islam, bukan komunisme. Karena ideologi komunis tidak muncul, dan yang muncul malah Islam. Kasus penistaan agama itu adalah the power of ideology. Jangan anggap remeh pada ideologi. Ideologi masih menjadi the most powerfull,” ujarnya.












