Memang tidak jauh berbeda dari pelaksanaan IEMC sebelumnya, regulasi yang digunakan masih mengacu pada kompetisi Shell Eco Marathon (SEM), kompetisi mobil hemat bahan bakar dalam lingkup internasional.
“Tetap ada dua kategori yang dilombakan, yakni Urban Concept dan Prototype,” imbuh mahasiswa jurusan Teknik Mesin ITS ini.
Untuk waktu delapan lap yang harus ditempuh tersebut, kategori Urban Concept tidak boleh lebih dari 30 menit, sedangkan Prototype 26 menit.
Untuk kategori Urban Concept sendiri merupakan pembuatan kendaraan dengan ketentuan memiliki empat roda, memiliki desain dan juga tampilan seperti mobil pada umumnya, juga memenuhi kualifikasi on-road.
Sedangkan untuk kategori prototype harus memiliki desain kendaraan masa depan, bisa memiliki tiga atau empat roda, dan desain yang digunakan dapat memaksimalkan aspek aerodinamika.
Kedua kategori tersebut juga dikelompokkan lagi dalam tiga kelas berdasarkan bahan bakar yang digunakan mobil, yakni bensin, solar, dan listrik.
Bahan bakar yang akan digunakan race pun ditentukan oleh panitia. Yakni 100 mililiter untuk kategori Prototype dan 200 mililiter untuk kategori Urban Concept.
Nantinya yang terbaik adalah mobil yang menggunakan bahan bakar paling sedikit untuk menyelesaikan delapan lap dalam waktu yang ditentukan.















