“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin selama ini dengan melakukan berbagai pembenahan, juga meningkatkan efisiensi dari berbagai komponen, selain itu faktor yang paling berpengaruh adalah driver-nya,” terang dosen Jurusan Teknik Mesin ITS ini.
Keinginan untuk menyapu bersih setiap kategori terus digenggam oleh Tim ITS.
Dengan modal pengalamannya race dalam ajang internasional, ITS menargetkan untuk dapat kembali memenangkan kompetisi IEMC ini.
Meski diprakarsai oleh Jurusan Teknik Mesin ITS yang kini sudah menjadi agenda tahunan Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemdikbud, IEMC tak pernah menuai complain terkait hasil kompetisi.
“Ya itu karena kami harus fair, panitia ya panitia, peserta ya peserta, tidak ada keberpihakan,” pungkas Bambang.















