JAKARTA, BERITAMONETER.COM – Manajemen PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menargetkan penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar Rp3,75 triliun pada 2026, sekitar Rp4,16% di atas perolehan tahun lalu Rp3,6 triliun.
Target ini didorong oleh permintaan tinggi terhadap lahan industri di Kendal dan Cikarang.
Muljadi Suganda, Corporate Secretary KIJA dalam siaran pers, Rabu (04/3/2026) mengemukakan, sebesar Rp1,25 triliun marketing sales berasal dari Cikarang dan lainnya.
Masing-masing Rp800 miliar dari penjualan tanah matang dan produk industri, dan Rp450 miliar dari produk residensial dan komersial. Adapun Rp2,5 triliun d berasal dari Kendal, yang seluruhnya merupakan produk industri.
Pada 2025, jelas Muljadi, KIJA membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) real estat sebesar Rp3,6 triliun.
Jumlah ini melampaui target Perseroan tahun lalu yang sebesar Rp3,5 triliun.
Pencapaian ini kembali menjadi rekor tertinggi bagi Perseroan dan mencerminkan pertumbuhan 13% dibanding tahun 2024, sebesar Rp3,2 triliun.
“Hal ini semakin menegaskan daya tarik kawasan industri KIJA yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global,” ujarnya.
Seperti diketahui, Jababeka mencatat kinerja keuangan solid sepanjang tahun 2025 silam.













