Perseroan meraih laba bersih sebesar Rp857,1 miliar pada tahun 2025, naik 11,31% dibandingkan dengan Rp770 miliar pada tahun 2024.
Pertumbuhan laba ini didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 12% menjadi Rp5,14 triliun pada 2025 dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, pencapaian laba bersih juga ditopang oleh penurunan beban lain-lain terutama berkurangnya rugi selisih dari Rp205,7 miliar menjadi Rp120,9 miliar.
Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi atau EBITDA KIJA untuk tahun 2025 sebesar Rp1,735 triliun.
Ini mengalami peningkatan sebesar 7% dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp1,616 triliun.
Per 31 Desember 2025, saldo kas konsolidasian KIJA sebesar Rp3,6 triliun, termasuk dana pada rekening cadangan bunga sebesar Rp39,4 miliar. Posisi kas Perseroan pada akhir tahun 2024 tercatat sebesar Rp2 triliun.













