JAKARTA-Posisi Kementrian Keuangan (Kemenkeu) harus diisi oleh pejabat yang definitif dan tidak boleh dirangkap.
Ini penting, mengingat tantangan fiskal ke depan masih rawan, terutama beban subsidi yang sangat besar.
Karena itu, jabatan Kemenkeu harus diisi oleh figur yang memiliki kompetensi dibidang fiskal.
“Jadi, jangan dirangkap Menko Perekonomian, Hatta Rajasa. Pak Hatta tidak punya track record dibidang fiskal. Dia cukup jadi kordinator saja dan ini tidak terlalu berat,” ujar pengamat ekonomi Universitas Airlangga Surabaya, Soebagyo di Jakarta, Selasa (2/4).
Menurutnya, jabatan Kemenkeu itu sifatnya tehnis sekali.
Sehingga dibutuhkan figur yang punya latar belakang fiskal yang bagus.
“Dan pak Hatta tidak punya pengalaman ke persoalan tehnis. Karena itu, Kemenkeu ini jangan dirangkap oleh Menko Perekonomian,” kata dia.
Apalagi, jelas dia banyak orang dalam di Kemenkeu yang punya pengalaman fiskal.
Kandidatnya sangat banyak karena tidak terlalu sulit.
“Kalau fiskal lebih pasti. Artinya, kebijakannya lebih interventif. Belanja negara memberikan intervensi pada kegiatan perekonomian sehingga ukurannya gampang. Tolok ukurnya mudah, beda dengan moneter. Kalau moneter, melalui pasar uang. Dan tergantung reaksi pasar. Kalau fiskal tolok ukurnya pertumbuhan ekonomi asal tidak dikorupsi,” jelas dia.














