Dia menjelaskan, pengetahuan tentang kebijakan fiskal sangat diperlukan oleh Kemenkeu baru. Karena dia akan berperan sebagai pengendali fiskal.
“Ada dua komponen di fiskal yakni belanja pemerintah dan pajak Banyak Dirjen yang bagus, atau mantan-mantan Dirjen bisa diangkat menjadi Menkeu,” tegas dia.
Dia menolak, jika posisi Kemenkeu ini dirangkap.
Karena itu, posisi Kemenkeu ini harus diisi oleh pejabat yang definitif.
“Dia harus berdiri sendiri. Tidak boleh dirangkap dan terpisah,” kata dia.
Saat ini berkembang rumor bahwa Gubernur BI, Agus Martowardoyo tetap dipertahankan menjadi Kemenkeu.
“Kebijakan fiskal dan moneter sifatnya kordinatif, tetapi tidak boleh satu tangan. Set up fiskal dan moneter berbeda. Fiskal itu kebijakannya gampang, terukur dan direct policy, sementara moneter mesti melalui pasar,” kata dia.
Lebih lanjut dia berharap agar Kemenkeu yang baru harus meneruskan kebijakan fiskal yang merupakan warisan Agus Martowardoyo.
“Bila perlu lebih ditingkatkan lagi. Apalag, kebijakan fiskal kita tidak leluasa untuk mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,” tegas dia.














