JAKARTA-Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto memberikan apresiasi terhadap Paviliun Indonesia yang ikut serta meramaikan penyelenggaraan 2019 World Economic Forum Annual Meeting di Davos, Swiss. Paviliun Indonesia yang berdiri selama empat hari, 22-25 Januari 2019, mampu membuka peluang kerja sama pelaku industri di Indonesia dengan negara-negara lain.
“Saya sangat senang karena Indonesia dapat menyelenggarakan sebuah program di Davos. Dengan keramahan Indonesia, kami melihat para audiens bisa merasakan pengalaman seperti di Indonesia,” ucap Menperin seusai memberikan pemaparan tentang kesiapan Indonesia menghadapi Industri 4.0 pada sesi Morning Coffee di Pavilion Indonesia, Kamis (24/1).
Menurut Menperin, Paviliun Indonesia juga membuka pintu peningkatan investasi serta mampu menciptakan country branding . “Paviliun Indonesia sekaligus memberikan pernyataan kepada komunitas di Davos bahwa Indonesia menaruh perhatian besar dan aktif berpartisipasi dalam isu globalisasi,” ungkapnya.
Mengusung tema Unity in Diversity 4.0, Paviliun Indonesia menghadirkan workshop, ministerial briefing, networking session, one on one meeting dan tech showcase.
Airlangga pun meyakini, Paviliun Indonesia bisa menjadi sarana srategis diplomasi ekonomi melalui penyebaran informasi perkembangan terbaru Indonesia.














