Perlu diketahui, Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2014-2019, Rudiantara dan mantan CEO PT Indosat Tbk (ISAT), Alexander Steven Rusli merupakan pemegang saham yang juga menjabat sebagai sebagai komisaris WIFI.
Hermansjah mengatakan, Surge juga akan menerbitkan 283,02 juta saham dalam rangka konversi utang kepada PT Prambanan Investasi Sukses dan PT Investasi Gemilang Maju.
Jumlah tersebut setara dengan 14,54 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dan konversi utang.
Sehingga, kepemilikan publik pasca IPO dan konversi utang menjadi sebesar 22,58 persen.
Dia menambahkan, WIFI juga akan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 351,66 juta saham atau setara dengan 23,33 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh sebelum IPO.
Waran ini diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham baru, dengan rasio 5 saham baru akan mendapatkan 4 Waran Seri I.
Adapun waran l tersebut memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp100 per saham dengan harga pelaksanaan Rp 690 per saham.
Seluruh dana hasil pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan WIFI sebagai modal kerja.














