“Kita mencari kontak keluarga, jejak sejarah, sampai menghadirkan keluarga yang mewakili. Tak hanya itu, HUT DNIKS juga dimeriahkan lomba catur bagi para master non master dan aktivis,” tuturnya.
Sementara itu Ketua umum DNIKS A Effendy Choirie menantang tokoh masyarakat, keagamaan, dan kaum cendikiawan untuk menjadi penggerak kesejahteraan sosial.
Hal ini sangat penting, karena para relawan ini bekerja secara sukarela untuk mendampingi masyarakat, terutama warga miskin, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
“Saya mengajak semua pihak bersatu padu dan bergerak dengan ikhlas, untuk membantu mengentaskan kemiskinan,” terangnya.
Gus Choi-sapaan akrabnya mengaku diberi amanah oleh Mensos Gus Ipul memimpin DNIKS, karena itu DNIKS menjadi alat perjuangan untuk menyukseskan program Kementerian Sosial dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan sosial.
Lebih jauh Gus Choi mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang sangat concern terhadap pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat.
“Salah satu cara memberantas kemiskinan melalui pendidikan, karena itu kita mendukung keberadaan Sekolah Rakyat (SR) yang dikomandoi Mensos, begitu juga dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG),” tuturnya.















