GRESIK-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong percepatan pembangunan kawasan industri Java Integrated Industrial Ports and Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Kawasan industri terpadu tersebut akan menjadi percontohan bagi pengembangan 14 kawasan industri prioritas di luar Pulau Jawa. “JIIPE dikategorikan sebagai kawasan industri generasi ketiga karena mampu menjadikan kota industri baru yang modern dan mandiri. Kawasan ini tidak hanya dipenuhi dengan pabrik-pabrik, tetapi juga dilengkapi dengan kawasan pemukiman, bisnis, pendidikan, hiburan dan olahraga,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin, ketika mengunjungi Kawasan Industri JIIPE di Gresik, Jawa Timur, Minggu (14/2).
JIIPE merupakan kerjasama antara PT. Pelindo III dan PT AKR Corporindo Tbk yang memiliki luas hingga 2.933 Ha dengan total investasi mencapai Rp 50 triliun, yang terdiri atas kawasan pelabuhan seluas 406,1 Ha, lahan industri 1.761,4 Ha dan perumahan 765,77 Ha. “Saat ini sekitar 1.400 Ha lahan telah dibebaskan. Selanjutnya, industri yang akan dikembangkan dalam kawasan JIIPE antara lain heavy industry, CPO based industry, medium industry, light industry dan automotive industry,” tuturnya.
Jika telah beroperasi penuh, kawasan ini mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 100.000 tenaga kerja. Saat ini dalam tahap konstruksi, JIIPE telah melibatkan sebanyak 3.000 tenaga kerja langsung, dimana 90 persen berasal dari masyarakat sekitar. “Selain itu, dengan beroperasinya JIIPE dapat menurunkan biaya logistik hingga 10-20 persen dari total biaya produksi,” katanya.














