Founder PT Kreasi Krispi Indonesia, Sandra Alfina menyampaikan, Unicorn Drops merupakan produk dengan berbahan dasar sayuran dan tumbuhan lainnya, yang diciptakan dapat menarik bagi anak-anak untuk mengkonsumsinya.
“Produk kami juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi,” ujarnya.
Sandra mengungkapkan, motivasi perusahaannya menciptakan produk cemilan anak yang inovatif ini adalah ingin membantu para ibu dalam memberikan makanan yang sehat dan bernutrisi kepada keluarganya terutama buah hati mereka, dan dapat dinikmati oleh anak-anak dengan senang hati.
“Proses produksi kami tidak melewati proses penggorengan, melainkan dengan proses pengeringan dengan suhu rendah untuk menjaga nutrisi sayur yang ada. Bahkan, cemilan sehat kami juga menggunakan pewarna alami seperti Kale yang kaya akan kalsium, zat besi, dan vitamin C, lalu Kunyit yang berfungsi sebagai antioksidan, Bit, Daun Suji, dan Bunga telang,” paparnya.
PT Kreasi Krispi Indonesia atau Sunkrisps merupakan perusahaan manufaktur pangan yang memproduksi cemilan berbahan dasar sayuran yang berdiri sejak tahun 2018.
Saat ini Sunkrisps telah berkembang dengan memiliki lebih dari 550 reseller di 34 kota di Indonesia.
Produk yang dipasarkan oleh PT Kreasi Krispi Indonesia sudah mendapatkan berbagai sertifikasi seperti Halal, P-IRT, Nutrition Fact, Barcode, dan HACCP.
Dengan slogan “Makan Sayur Enak”, Sunkrisps berkomitmen untuk menghasilkan produk yang menjadi solusi makan sehat keluarga kapan dan dimana saja.
Gati menambahkan, produk IKM pangan Indonesia terbuka luas untuk dapat memenuhi pasar dalam negeri dan juga untuk masuk ke pasar ekspor.
”Oleh karenanya, IKM pangan diharapkan telah memiliki kesiapan dan strategi yang tepat dalam meningkatkan kualitas, membangun branding, melakukan adaptasi, memperkuat inovasi, serta mampu dalam membaca tren dan kebutuhan pasar saat ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, nilai tambah suatu produk mempunyai andil besar dalam mendorong kemajuan IKM pangan di Indonesia.
Di samping itu, eksistensi inovasi dapat menjadi alat yang tepat dalam penciptaan nilai tambah.
”Untuk itu, Ditjen IKMA mengambil langkah nyata dalam penguatan inovasi IKM pangan melalui program IFI 2020, yang ditujukan untuk mendorong pemahaman IKM pangan mengenai pentingnya branding yang dapat memberikan value di mata konsumen,” imbuhnya.















