Lebih jauh Sudarto mendorong Porturin menyiapkan atlet-atlet berprestasi yang bisa meraih medali emas dalam ajang SEA Deaf Games 2025. Sehingga Porturin bisa makin berkibar di dunia internasional.
Sementara itu, Waketum DNIKS Zarman Syah mendorong agar atlet-atlet berprestasi dalam ajang internasional ini mendapat perhatian pemerintah.
Karena itu, mereka harus diberdayakan semaksimal mungkin agar memberikan manfaat bagi atlet lainnya.
Ditempat yang sama Wakil Sekretaris Panitia SEA Deaf Games 2025 Tolibul Hadi mengatakan tentu menjadi sebuah kehormatan bagi Porturin mendapat kepercayaan untuk menggelar SEA Deaf Games 2025.
Karena itu pihaknya bersinergi dengan DNIKS, Kemenpora dan sejumlah lembaga terkait.
“Rencana kami akan menggelar pada bulan Agustus 2025. Untuk lokasinya dipilih Jakarta karena dianggap strategis,” terangnya.
Ditambahkan Tolibul, bahwa atlet-atlet tunarungu Indonesia terbilang memiliki prestasi. Dalam SEA Deaf Games Malaysia 2024 silam, para atlet Indonesia yang terbanyak menjadi juara di cabang olahraga (cabor) bulu tangkis.***













