Sedangkan soal makanan, dr. Yosef menyarankan agar memprioritaskan makanan yang mengandung tinggi serat dan vitamin serta mineral. Perlu juga membatasi penggunaan minyak dan pemanis untuk mencegah sindrom metabolik. Hindari makanan pedas karena dapat meningkatkan asam lambung.
Jika akan menambah asupan vitamin, sebaiknya yang larut air, yaitu vitamin B dan C serta vitamin larut lemak berupa vitamin A, D, E dan K.
“Khusus untuk vitamin D, dirasa penting saat pandemi karena membantu mempercepat penyembuhan saat terserang virus covid-19 melalui mekanisme regulasi sistem imun tubuh. Namun, untuk mencukupi kebutuhan vitamin D, kita perlu tahu “status vitamin D” dalam tubuh kita dengan cara melakukan pemeriksaan darah vena di lab untuk mengetahui kadar 25OHD dalam tubuh. Jika diketahui kadarnya adalah insufisiensi bahkan defisiensi (kadar 25OHD di bawah 30 ng/mL) maka berjemur saja tidak cukup, perlu ditambahkan konsumsi makanan tinggi vitamin D (ikan laut dalam, udang, juning telur, keju dan susu) serta suplementasi vitamin D,” imbuh dr. Yunita.
Melindungi tubuh dapat dilakukan dengan vaksin. Pemberian vaksinasi dapat diberikan pada balita dan usia produktif (usia 18-64 tahun). Demi menghindari penyakit endemi saat musim hujan, Dr. Yunita menyarankan orang dewasa juga melakukan vaksin, yakni vaksin Influenza, Pneumonia, Tifoid, dan Hepatitis A. Hal ini juga sesuai anjuran Satgas imunisasi Perhimpunan Dokter Ahli Penyakit Dalam (PAPDI).
Siap Siaga dengan Asuransi Kesehatan
Memiliki asuransi kesehatan sangat penting untuk menjaga finansial keluarga. Apalagi, saat endemi di tengah pandemi covid-19, potensi terjadi kematian mendadak (sudden death) lebih besar karena kuman, bakteri, dan virus bisa mengganggu kesehatan.














