KALTARA-Pembangunan jalan akses perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Provinsi Kalimantan Utara ditargetkan bisa tembus akhir 2015 dengan kondisi perkerasan. Kaltara memiliki 2 akses jalan perbatasan yakni Mensalong-Tou Lumbis sepanjang 147,95 Km dan Malinau-Long Bawan-Long Midang sepanjang 232,6 Km. Ruas jalan Mensalong-Tou Lumbis saat ini sudah tembus sepanjang 133,25 Km sehingga tersisa belum tembus 14,7 Km.
“Saya kira saat ini sudah hampir tembus semua kecuali jembatan. Tahun 2016 jembatan akan kita pasang di ruas Mensalong-Tou lumbis yang sudah tembus, selain itu juga akan kita perbaiki geometriya.” tutur Menteri Basuki saat meninjau Kawasan Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Utara (Kaltara), (28/10).
Sebanyak 40 buah jembatan akan mulai dibangun melalui kontrak tahun jamak (multi years contract) pada Tahun 2016 dengan biaya Rp 678,8 Miliar
Dalam kunjungan tersebut Menteri Basuki didampingi Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Hermanto Dardak, Direktur Pembangunan Jalan Ditjen Bina Marga Ahmad Ghani Ghazali dan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Bastian Sihombing melakukan peninjauan perkembangan pembangunan jalan perbatasan melalui udara dan juga darat di dua titik yaitu Long Bawan dan ruas Mensalong-Tou Lumbis khususnya Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan yang saat ini masih terputus. “Ruas Tou Lumbis-Mensalong menjadi prioritas karena nantinya di Tou Lumbis akan dibangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN), selain itu juga menjadi penghubung masyarakat menuju Malinau,” jelasnya.













