Kecamatan Lumbis Ogong memiliki penduduk 4753 jiwa di 49 desa, dimana setiap desa-desa terbagi menjadi kelompok-kelompok yang letak huniannya saling berjauhan. Menteri Basuki mengatakan dengan adanya jalan yang saat ini sedang dibangun maka penduduk akan mendekat ke pinggir jalan.“Saat ini mereka berkelompok saling terpisah yang lokasinya tidak ada jalan sama sekali, dengan adanya jalan tembus iin maka penduduk akan kepinggir jalan, dan nantinya mereka butuh rumah,” tambahnya.
Untuk itu, dengan konsep pengembangan kawasan, nantinya hunian penduduk akan dilakukan penataan.
Basuki mengatakan dengan konsep tersebut maka yang dilakukan oleh pemerintah tidak hanya membangun jalan tapi juga pengembangan daerah tersebut termasuk pembangunan rumah-rumah khusus. “Sekarang memang ada program rumah-rumah khusus di perbatasan yang sudah terbangun 240 unit, nanti akan diteruskan,” tuturnya.
Pemerintah saat ini menaruh perhatian yang sangat besar terhadap kawasan perbatasan, ditargetkan diakhir 2018 jalan perbatasan mulai dari Aruk (Kalimantan Barat) sampai dengan Sei Ular (Kaltara) akan tersambung. Selain itu juga jalan akses menuju perbatasan, pos lintas batas negara serta pengembangan kawasan disekitar perbatasan.













