JAKARTA-Kasus pemecatan Fahri Hamzah dari jabatan Wakil Ketua DPR dinilai bukanlah agenda setting dari kekuatan tertentu. Meski sejumlah masalah terus memecah KMP dengan berbagai permasalahan disaat muncul kasus-kasus besar. “Mudah-mudahan ini satu kebetulan saja dan bukan agenda setting bahwa ketika ada masalah besar yang menyeret-nyeret kekuasaan, selalu saja hal seperti ini terjadi,” kata kata Wakil Ketua DPR Fadhli Zon di Jakarta, Rabu (6/4/2016).
Namun begitu Fadli tidak menampik setiap ada masalah besar, selalu ada saja partai anggota KMP yang terkena persoalan. “Kalau ini agenda setting tentunya ini akan merusak negara. Jadi saya harap ini tidak ada hubungannya dan bukanlah sebuah konspirasi dan hanya kebetulan saja,” tegasnya
Seperti diketahui masalah yang menimpa Fahri Hamzah bertepatan dengan meruncingnya kasus reklamasi Teluk Jakarta. Sebelumnya kasus yang menimpa Ketua DPR, Setya Novanto juga terjadi disaat DPR sedang giat-giatnya menggalang Pansus Pelindo II dan Pansus Freeport.
Dengan munculnya kasus “Papa Minta Saham” maka kasus-kasus besar tersebut pun tidak lagi dilanjutkan. Saat pemerintah menaikkan harga BBM dan beban kehidupan rakyat menjadi bertambah berat, kasus PPP dan Golkar pun muncul.














