JAKARTA-Sejumlah pembangunan proyek jalan tol yang tidak berjalan dinilai bisa menghambat pertumbuhan ekonomi. Karena harus segera diambil alih agar bisa segera dikerjakan. “Jalan-jalan tol yang mangkrak, serahkan saja pada kami,” kata Komisaris PT Jasa Marga, Tbk, Ibnu Purna Muchtar, Senin (10/6).
Menurut Ibnu, proyek jalan tol yang terhenti diduga karena masalah pendanaan. Namun, sebenarnya itu bukan masalah besar. “Dana kurang 2% saja bisa gak jalan proyek. Padahal, kalau soal pendanaan, perbankan dalam negeri banyak yang siap membantu supaya dana mereka (perbankan) tidak banyak yang mengendap,” tambahnya
Lebih jauh kata Ibnu, justru yang menjadi keprihatinan mendalam adalah, proyek-proyek itu dibiayai lewat utang melalui pinjaman luar negeri. “Pengalaman di Suramadu pakai dana luar negeri, sempat macet pembangunannya 2 bulan,” jelasnya
Oleh karena itu, sambung Ibnu, para pelaku usaha di sektor konstruksi segera mengoptimalkan dana sendiri. Bukan dari hasil utang atau mengandalkan uluran tangan dari APBN. Seperti yang dilakukan oleh PT Jasa Marga (persero) Tbk dalam membangun Jembatan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa sepanjang 12,7 kilometer di Bali.
Proyek senilai Rp2,4 triliun yang rampung dalam waktu 14 bulan itu dibangun dari dana internal perusahaan dan sumber pembiayaan dalam negeri. “Sebesar 30 % dari Jasa Marga dan 70% perbankan,” pungkasnya.















