Organ ini terletak di dalam skrotum dan menjadi lokasi utama timbulnya kanker testis. Kanker ini berkembang ketika sel-sel abnormal tumbuh tidak terkendali di dalam jaringan testis dan dapat membentuk tumor ganas.
Jika tidak ditangani secara tepat, kanker bisa menyebar melalui pembuluh darah atau saluran getah bening menuju paru-paru, tulang, hingga hati.
Terdapat dua tipe utama kanker testis berdasarkan asal sel kankernya. Jenis pertama adalah germ cell tumor, yaitu kanker yang berasal dari sel nutfah—sel yang membentuk sperma.
Tipe ini terbagi lagi menjadi dua subtipe, yaitu seminoma dan non-seminoma.
Jenis kedua adalah tumor stroma, yang berasal dari jaringan penghasil hormon di dalam testis dan terbagi menjadi tumor sel Sertoli serta tumor sel Leydig.
Sebagian besar kasus kanker testis diduga dipicu oleh mutasi DNA yang menyebabkan terganggunya kontrol pertumbuhan dan kematian sel.
Akibatnya, sel-sel abnormal berkembang terus-menerus dan membentuk tumor ganas.
Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kanker testis antara lain riwayat keluarga dengan kanker serupa, infeksi HIV, testis yang tidak turun (kriptorkismus), kelainan bawaan pada penis, gangguan perkembangan testis, serta kondisi prakanker yang dikenal sebagai karsinoma in situ.















