SURABAYA-Provinsi Jawa Timur (Jatim) akan menjadi pilot project penerapan ekonomi syariah. Ini merupakan tindak lanjut dari penetapan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi islam. “Gubernur Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan Jatim sebagai proyek percontohan penerapan ekonomi syariah di indonesia. Selain itu OJK dan BI juga telah mencoba kerjasama dengan 17 Pondok Pesantren (PP) di jatim di bidang ekonomi,” ungkap Gubernur Jatim Soekarwo saat menerima Kepala Perwakilan BI Wilayah IV dan OJK Regional III di Kantor Gubernur Jatim, Surabaya, Jum’at (31/10).
Gubernur yang biasa disapa Pakde Karwo menambahkan, bank pemerintah yaitu Bank Jatim dan Bank UMKM akan didorong menjadi bank yang berkonsep financial inklusif. Konsep tersebut bermaksud agar suatu saat nanti orang non muslim mau menggunakan lembaga keuangan syariah.Karenanya atas seijin dan sepengetahuan BI dan OJK, Bank Jatim akan didorong supaya syariahnya semakin besar. “Tahun 2016 akan kita usahakan agar Bank Jatim Syariah akan semakin berkembang dan besar,” imbuhnya.
Sedangkan pengembangan Bank UMKM, akan didorong untuk mampu memberikan kredit syariah kepada masyarakat. Namun konsep yang di syariahkan nanti adalah nettonya bukan brutonya, agar bisa menurunkan suku bunga. “Ini penting karena keluhan yang disampaikan masyarakat adalah bank syariah jatuhnya lebih berat daripada bank konvensional,” terangnya.














