Dijelaskan, selama ini bantuan zakat dari negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) selalu diberikan pada Malaysia. Tetapi sekarang Indonesia mempunyai kesempatan menerima bantuan zakat tersebut. Dicontohkan Inggris merupakan negara yang mampu mengembangkan konsep syariah dengan baik. “Ini membuktikan syariah justru tidak berkembang baik di negara asalnya. Dan konsep syariah membangun akhlak yang berbasis kejujuran,” katanya.
Ia menyarankan, perlunya restrukturisasi lembanga keuangan syariah. Selain itu juga diperlukan skala prioritas sebagai bentuk tindak lanjut, agar masyarakat awam semakin tahu mengenai konsep syariah. Misalnya dengan membangun pusat informasi seputar syariah, yang birisi literasi seputar syariah. “Rekomendasi Gubernur BI diperlukan agar kita bisa mengambil langkah yang tepat, ini penting karena BI berfungsi sebagai regulator,” tambahnya.
Sehubungan dengan hal itu, pada tanggal 3 sampai 9 November 2014 akan ada pertemuan antara 57 Gubernur Bank Sentral negara OKI 2014, di Makodam Brawijaya V. Sedangkan puncaknya akan diselenggarakan tanggal 5 November 2014, yang diisi dengan acara “Sholawat bersama Habib Syech”. “Dengan melakukan sholawat bersama dalam acara Opening Ceremony Festival Ekonomi dan Keuangan Syariah 2014 (FES 2014), ini menunjukkan bahawa islam di Jatim bisa menjadi rahmat bagi seluruh alam,” pungkasnya.














