MALANG-Gubernur Jawa Timur (Jatim), Soekarwo memastikan wilayah Jatim siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di akhir 2015. Karena itu, Pakde Karwo, demikian tokoh ini disapa optimis Jatim pasti menang.
Pernyataan tersebut disampaikan Pakde Karwo, saat memberikan paparan tentang kesiapan Jatim dalam menghadapi MEA yang mulai diberlakukan pada akhir tahun 2015, didepan aktivis dan 112 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia wilayah Jatim pada acara Open House EM UB Workshop Aktivis di Auditorium Universitas Brawijaya (UB) Malang, beberapa waktu lalu.
Menurut Pakde, agar Jatim menang dalam menghadapi Ekonomi Global maka yang harus dilakukan oleh semua elemen baik stake holder, mahasiswa maupun masyarakat adalah jangan lupa dengan budaya lokal. Sebab, dengan tetap memegang teguh budaya lokal maka kita sebagai bangsa dan warga negara Indonesia serta warga Jawa Timur khususnya masih bisa bersaing dengan bangsa lain. “Sebagai contoh kecil tapi konkrit dan nyata, kita jangan ikut-ikutan makan yang serba cepat saji ( KFC). Tapi buatlah makanan yang sama yakni ayam goreng namun sambalnya bukan sambal yang sudah jadi ( sbotolan/shacetan) tapi harus dibuatkan dulu yakni diolek. Karena yang begini ini masih mempunyai nilai lokal atau mistik/ keunikan tersendiri. Yang unik seperti ini yang harus kita kemas dan kita jual. Karena hal seperti yang dilakukan masyarakat Indonesia umumnya dan jatim khususnya, tidak ditemukan di negara lain,” terangnya.













