SURABAYA-Pemerintah Propinsi Jawa Timur terus berbenah diri menyongsong pemberlakukan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.
Hal tersebut nampak terlihat dari upaya perbaikan dan pembangunan infrastruktur tambahan hingga meningkatkan kualitas barang produksi.
Khusus barang produksi, saat ini sekitar 700 ribu hingga satu juta dari 6,8 juta UMKM telah diinkubasi perguruan tinggi untuk mendapatkan pelatihan menghasilkan barang yang bermutu tinggi.
Demikian disampaikan Gubernur Jawa Timur Soekarwo seusai Rapat Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Jatim dalam Menghadapi AEC 2015 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (29/8).
Untuk menjaga kualitas barang, pihaknya melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi dalam hal sertifikasi produk.
Ini agar mutu barang yang dihasilkan mampu bersaing dengan barang impor yang beredar di pasaran.
Pria yang disapa Pakde Karwo ini menyampaikan, sertifikasi terhadap produk pertanian sudah dilakukan, yakni pada Pisang Kirana.
“Produk yang mendapat sertifikasi, tidak hanya hasil dari UMKM saja, obat-obatan dan barang produksi lainnya. Termasuk barang-barang yang diimpor nantinya harus mempunyai sertifikat,” ujarnya.
Di bagian lain, Kepala Balai Besar POM (Pengawas Obat dan Makanan) di Surabaya I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, S.Si. Apt. MPPM menyatakan siap mendukung pogramPakde Karwo.
Ia bahkan menyebut pemberian sertifikasi terhadap makanan dan obat-obatan sudah menjadi prioritas khusus BPOM. Secara khusus pihaknya akan menyasar kalangan UMKM.
Menurutnya, BPOM siap melakukan bimbingan teknis implementasi regulasi mutu dan keamanan pangan untuk UMKM.
Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan UMKM dalam memenuhi standar dan meningkatkan daya saing.
“Upaya BPOM menghadapi AEC 2015 diantaranya dengan melakukan penguatan sistem pengawasan obat dan makanan, pemberdayaan UMKM, penguatan Satgas Pemberantasan Produk Ilegal, melakukan MOU Kepala Badan POM RI dengan Gubernur, Kepala Balai Besar POM dengan Bupati/Walikota, dan melakukan perjanjian kerjasama dengan SKPD terkait di Kabupaten/Kota,” katanya.
Pada rapat koordinasi tersebut, sejumlah pimpinan BUMN dan lembaga terkait lainnya memaparkan programnya di hadapan Gubernur Soekarwo.














