JAKARTA, BERITAMONETER.COM – PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menargetkan pendapatan sebesar Rp2,3 triliun pada 2026, tumbuh 15% dibanding periode sama tahun 2025. Target tersebut didukung antara lain oleh permintaan yang stabil dari segmen layanan kesehatan swasta maupun publik tahun ini.
Louis Hartanto, Direktur Marketing dan Sales OMED dalam keterangan, dikutip Selasa (10/2/2026) mengatakan, prospek operasional Perseroan pada tahun 2026 masih berada pada jalur pertumbuhan yang sehat. Perseroan menargetkan margin laba kotor yang tetap terjaga pada kisaran awal yakni 30%.
Manajemen Perseroan juga menargetkan penjualan ekspor sebesar US$1 juta sampai dengan US$1,5 juta pada tahun ini. Tentu perkiraan ini didasarkan pada perluasan jangkauan pasar Perseroan serta upaya diversifikasi sumber pendapatan OMED.
Menurut Louis, untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang dan kesiapan operasional, OMED mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sekitar Rp62 miliar pada 2026. Belanja modal ini akan difokuskan pada penambahan mesin untuk memperluas kapasitas produksi di fasilitas Mojoagung dan Krian, serta pengembangan National Distribution Center (NDC) di Pulo Gadung, Jakarta.
Pengembangan ini, papar Louis, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi logistik dan kualitas layanan, khususnya di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat. Louis menegaskan bahwa meskipun pergerakan pasar saham dalam jangka pendek dapat dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dan dinamika indeks global,















