Asvi Warman Adam yang tampil sebagai pembicara pembuka mengatakan, isu kebangkitan PKI yang muncul saat ini merupakan “mimpi di siang bolong”. Pasalnya, berbagai berita, informasi terkait munculnya PKI belum dapat dibuktikan kebenarannya alias hoax.
Asvi mempertanyakan kebenaran berita bahwa saat ini PKI sudah terbentuk dengan struktur dari pusat hingga daerah. Diberitakan, PKI sudah memiliki anggota mencapai 15 juta orang, yang dipimpin Wahyu Setiaji. Bahkan, muncul tuduhan bahwa Presiden Joko Widodo merupakan anak seorang PKI.
Menurut Asvi, tuduhan Jokowi merupakan anak PKI tidak berdasar. “Joko Widodo lahir tahun 1961. Ayah Joko Widodo bernama Widjiatno yang kelak menjadi Notomihardjo, dan Ibu Joko Widodo adalah Sujiatmi. Silsilah Jokowi sangat jelas, jadi tidak mungkin anak seorang PKI, atau terlibat dalam PKI,” ujarnya.
Asvi mengatakan, kebangkitan PKI saat ini hanya isu yang sengaja dihembuskan kelompok tertentu untuk mengacaukan situasi politik.
Mengutip pendapat Peneliti Utama LIPI Sjamsuddin Haris, Asvi mengatakan, keruhnya situasi politik saat ini dilakukan oleh operator profesional yang menggandeng tiga kekuatan yaitu pebisnis hitam -yang tidak bisa melakukan korupsi akibat kebijakan Jokowi – politisi busuk, dan radikalis agama. “Gabungan tiga kelompok ini dan digerakkan oleh operator profesional ini yang membuat politik kita keruh,” ujar Asvi.













