Politisi PDI Perjuangan Tubagus Hasanuddin mengatakan pihaknya sudah melakukan penelitian dan penyidikan ke lapangan terkait isu kebangkitan PKI tersebut. Namun, anggota Komisi I DPR RI ini memastikan kabar tersebut tidak benar.
“Ada memang 3 atau 4 kasus hanya mencetak kaos yang berlambang palu arit dan itu tidak ada pendalaman bahwa mencetak kaos berlambang palu arit itu bagian dari membangkitkan komunis. Perlu dicatat bahwa kalau ada kebangkitan komunis maka selesaikan saja secara hukum. Dan kalau ada kader PDI Perjuangan yang mencoba mendukung komunis atau membangkitkan ideologi komunis, saya kira laporkan saja jangan ragu-ragu,” tegas Tubagus.
Dia mengatakan bahwa ideologi komunisme sudah tidak populer sebagai gerakan perjuangan. “Komunisme sudah tidak popuper. Coba tunjukkan ke saya di dunia bahwa komunis itu eksis, kecuali di Korea Utara,” ujarnya.
Menurutnya, ada tiga kekuatan ekstrim yang bisa menghancurkan yaitu ekstrim kiri (Eki), ekstrim kanan (Eka) dan ekstrim yang lain (Ela). Setiap kekacauan bisa diklasifikasi berasal dari tiga kelompok tersebut.
Mantan Sekretaris Militer (Sekmil) Presiden Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono ini menyayangkan isu PKI selalu muncul setiap jelang Pilpres, yang bertujuan untuk mendelegitimasi pemerintahan dan presiden terpilih. Saat ini, katanya, muncul isu baru yang akan mengganggu pemerintahan – selain PKI – yaitu paham khilafah. “Karena itu, ke depan, pemerintahan siapa saja yang terbentuk, selalu berhadapan dengan dua isu ini, yaitu komunis dan khilafah,” ujarnya.













