JAKARTA-Indonesia akan resmi masuk ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015. Pasar ini merupakan arus besar perdagangan barang atau jasa, juga pasar tenaga kerja. “Indonesia akan dipenuhi berbagai macam barang dan jasa dari negara-negara dunia yang secara langsung atau tidak, mempengaruhi pasar nasional. Karena itu dibutuhkan payung hukum yang integratif di bidang UMKM,” kata Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI Ade Komaruddin dalam acara peluncuran buku karnya ‘Politik Hukum Integratif UMKM’ diterbitkan RMBooks 2014, di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (29/9/2014). Hadir antara lain Menteri UMKM Syarif (Syarifuddi) Hasan, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad, dan lain-lain.
Menurut Ade, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah mereka yang akan sangat merasakan dampak dari pasar terbuka itu. Karena produk-produk atau jasa mereka akan bersaing secara kualitas maupun harga dengan produk dari negara-negara tetangga. “Kita bisa membayangkan, jauh sebelum pasar ASEAN-Indonesia dibuka, yaitu dalam waktu 10 tahun terakhir ini, pasar-pasar domestik kita sudah banyak dibanjiri oleh produk-produk impor dari negara seperti Cina, India, dan Eropa. Bagaimana jadinya bila pasar itu sudah dibuka, sudah bisa dipastikan akan membludak produk impor dari banyak negara? tanya Ade lagi.













