Perubahan yang terjadi pada venue Padepokan Pencak Silat Indonesia di TMII antara lain pada bangunan yang sebelumnya tanpa sistem tata udara, menjadi bangunan tertutup dengan sistem tata udara yang baik.
Perubahan lainnya adalah dengan menambahkan sistem tata suara dengan standar penyelenggaraan event. Selain untuk mempersiapkan pertandingan pada Asian Games 18, juga dimungkinkan penggunaan Padepokan Pencak Silat untuk acara lain di kemudian hari.
Perubahan utama adalah penambahan sistem pencahayaan dengan menggunakan standar broadcast yang digunakan pada venue pertandingan olah raga indoor lainnya dengan kekuatan luminansi sebesar 1500 Lux, yang sudah menjadi standar untuk penyiaran televisi dengan kualitas high definition (HD).
“Pada masa libur cuti bersama ini, renovasi telah berhasil diselesaikan. Kami selesaikan renovasi ini sesuai target bahkan lebih cepat. Gedung sudah selesai 100% termasuk test lampu. Saat ini tengah dilakukan pekerjaan tambahan berupa perapian jalan masuk dan pengecatan gapura padepokan,” kata Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Iwan Suprijanto.
Dengan renovasi yang dilakukan oleh Ditjen Cipta Karya, Kementerian PUPR ini diharapkan Padepokan Pencak Silat Indonesia di TMII mampu menjadi acuan baku untuk pembangunan venue cabang olah raga Pencak Silat di Indonesia agar prestasi atlet Pencak Silat Indonesia terus meningkat dan mampu mengharumkan negara Indonesia di kancah internasional. ***













