Mungki menjelaskan, aanwijzing kali ini merupakan hasil kerja sama KPK dengan KPKNL Jakarta III.
Sejak pagi, lanjut Mungki, masyarakat tampak antusias mengikuti aanwijzing.
Bahkan, peserta aanwijzing mencapai lebih dari 100 pengunjung yang datang langsung ke Gedung Rupbasan KPK di Cawang.
“Semua (barang) menarik di sini, apalagi ada barang-barang bergerak di Rupbasan KPK. Hampir semua barang mendapat antusiasme yang sama dari masyarakat,” terang Mungki.
Salah satu masyarakat yang hadir, Sufany, mengungkap barang-barang lelang kali ini sangat menarik perhatiannya.
“Yang paling worth it itu emas, karena nilai limitnya memang jauh di bawah pasaran,” ucapnya.
Sementara itu, pengunjung lainnya, Budi, datang dari Tangerang untuk ikut aanwijzing.
“Memang sudah lihat di media sosial untuk incar mobil,” tambahnya.
KPK menegaskan, lelang ini sebagai bentuk transparansi dengan cara mengundang langsung peserta lelang untuk melihat serta mengecek kondisi barang yang ditawarkan.
“Sehingga tidak seperti membeli kucing di dalam karung,” tegas Mungki. Penawaran (bidding) lelang Hakordia 2025 sendiri, sudah dibuka sejak 2 hingga 9 Desember 2025 mendatang.
Secara keseluruhan, aset rampasan yang akan dilelang, terbagi menjadi 73 lot barang bergerak dan 103 lot barang tidak bergerak. Nilai limit barang tidak bergerak seperti tanah, bangunan, dan apartemen mendominasi dengan total Rp282,8 miliar.













