“Saya kagum dengan pengelolaan terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas ini sudah seperti bandara, ada X-Ray barang, masuk harus menunjukan tiket, ada vending machine serta manifest dicek dua kali saat masuk dan nanti akan di cek secara online. Untuk itu saya juga ingin pelabuhan rakyat seperti ini pengelolaannya, Pelabuhan Kali Adem di Jakarta akan menjadi percontohannya. Saya ingin pelabuhan rakyat juga ada X-Ray barang, ada pagarnya dan manifest dicek berkali-kali,” ungkap Menhub.
Melihat bagusnya pengelolaan terminal penumpang Tanjung Emas, Menhub yakin kedepannya arus penumpang akan dikuasai pesawat terbang saja, kapal laut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk bepergian.
“Tadi saya berkomunikasi dengan ibu-ibu yang menjadi penumpang tujuan Ketapang, beliau bertujuan jalan-jalan sekalian mengunjungi adiknya. Dia sangat enjoy dengan fasilitas yang ada di terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Emas ini, jika masyarakat nyaman dengan terminal pelabuhan tentu akan meningkatkan minat masyarakat bepergian dengan kapal laut,” ujar Menhub Budi Karya.
“Ini menggambarkan pergerakan penumpang tidak hanya dikuasai oleh pesawat terbang saja, kapal laut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam berpergian,” tambah Menhub Budi.













