“Karena waktu pandemi awal, otomatis tidak ada karyawan lagi selain kami para biawaran. Empat bulan tanpa karyawan mau tidak mau semua hal harus kami kerjakan sendiri termasuk memasak itu. Jadi pandemi membuat bakat-bakat terpendam kami bermunculan semua. Situasi terdesak membuat kreativitas timbul. Pandemi bisa kami katakan blessing in disguise,” ujar Mgr Tarpin.
Pandemi juga membuat Mgr Tarpin makin khusyuk melakukan hobinya yaitu mendengarkan musik dan membaca. “Bahkan saya juga menulis buku dan sudah di-publish di Kanisius,” bebernya.
Torehkan sejarah OSC
Lahir di Cisantana, Kuningan, Jawa Barat pada 8 Maret 1969, Mgr Laurentius Tarpin menorehkan sejarah Ordo Salib Suci atau OSC. Mgr Tarpin adalah orang Indonesia pertama yang menduduki pucuk pimpinan tertinggi ordo berdiri pada 1210 ini.

Ia terpilih sebagai Magister General OSC ke-58 untuk periode 2015-2021 pada Kapitel Jenderal OSC, Juli 2015 yang dihadiri para delegasi OSC dari Amerika Serikat, Eropa, Brazil, Kongo dan Indonesia di Rumah Retret Pratista, Cimahi, Jawa Barat (Jabar).
Mgr Laurentius Tarpin OSC menggantikan Magister General OSC sebelumnya, yaitu Mgr Glen Lewandowski OSC.
Selama kepemimpinannya, Mgr Tarpin telah menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah dan tanggung jawab untuk pengembangan OSC.