JAKARTA-Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama strategis Indonesia dan Jerman akan meningkat, terutama di bidang investasi industri dan pendidikan vokasi. Hal ini disampaikan Menperin usai melakukan pertemuan dengan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, MichaelFreiherr von Ungern-Sternberg. “Dalam pertemuan tadi, dibahas mengenai comprehensive economic partnership agreement (CEPA) dan bilateral investment treaty (BIT),” ujarnya di Jakarta, Rabu (5/10).
Terkait BIT atau perjanjian perlindungan untuk penanaman modal, kata Airlangga, Jerman mengharapkan dapat diperpanjang hingga berlakunya Indonesia-Uni Eropa CEPA. BIT antara Indonesia dan Jerman akan habis pada Mei 2017.
Menurut Airlangga, pemberlakuan BIT selama ini untuk memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha yang berinvestasi di Indonesia. “Karena perjanjian ini kaitannya dengan insurance,” jelasnya. Untuk itu, Menperin terus membuka peluang kerja sama kedua negara di berbagai sektor industri.
Hingga saat ini, aliran investasi Jerman di Indonesia untuk sektor industri, didominasi antara lain olehindustri alat angkutan dan transportasi, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi, industri tekstil, industri makanan, industri kulit, barang dari kulit dan sepatu, industri karet, barang dari karet dan plastik, serta industri mineral non logam.














