Adapun institusi pendidikan Kemenperin yang mendapat dukungan melalui kerja sama SED-TVET meliputi 4 Perguruan Tinggi Vokasi (Politeknik STTT Bandung, Politeknik AKA Bogor, Politeknik ATK Yogyakarta, dan Politeknik ATI Makassar) serta 4 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK-SMAK Bogor, SMK-SMTI Pontianak, SMK-SMAK Makassar, dan SMK-SMTI Makassar).
Harjanto menambahkan, Siemens akan berinvestasi untuk pengembangan lokomotif kereta api dengan teknologi AC/AC yang memiliki keunggulan mesin kuat, perawatan lebih sederhana, irit bahan bakar dan emisi gas buang yang rendah.
Di samping itu, diharapkan pemerintah Jerman juga dapat membantu Indonesia dengan meyakinkan Airbus (Airbus Engineering Center) dan Boeing (Boeing Research and Technology Center) untuk membuka pusat tekniknya di Indonesia. Kegiatan ini dapat berupa aerostructure, avionic, system, load, dan project management.
Hal tersebut mengingat kebutuhan pesawat terbang di Indonesia cukup tinggi dan dalam waktu dekat beberapa maskapai akan terus menambah pesawatnya termasuk pesawat-pesawat kecil. “Sebagai negara kepulauan, kebutuhan akan pesawat penumpang di Indonesia sangat tinggi. Itu bisa dipenuhi salah satunya melalui kerja sama tersebut,” ujar Harjanto.














