LONDON – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menegaskan Indonesia berhasil menjaga ketahanan dalam pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politiknya.
Indonesia juga memiliki potensi besar pada industri kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
“Indonesia memiliki modal pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politikyang baik di tengah kompleksitas lingkungan perekonomian global.Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,05 persen pada 2023,” ujar Jerry kala mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mengunjungi Bloomberg New Energy Finance (Bloomberg NEF) pada Selasa lalu (30/4) di London, Inggris.
Menurutnya, Indonesia juga berhasil melangsungkan pemilihan umum dan melakukan proses transisi pemerintahan yang berkesinambungan tanpa gejolak berarti.
“Kondisi ini merupakan momentum yang tepat bagi perusahaan EV untuk mengembangkan bisnis mereka di Indonesia,” ujarnya.
Wamendag mengungkapkan, Indonesia berhasil mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar USD 4,47 miliar pada Maret 2024.
Surplus tersebut telah bertahan selama 47 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Jerry menjelaskan, pemerintah Indonesia memiliki beberapa kebijakan strategis.
Salah satunya, kebijakan hilirisasi nikel.
Kebijakan ini telah memberikan peningkatan nilai tambah perekonomian, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.
“Pemerintah Indonesia juga mendorong pengembangan teknologi untuk mengurangi polusi dan ketergantungan bahan bakar fosil. Hal ini didukung dengan besarnya sumber daya alam nikel Indonesia yang berpotensi untuk menjadi basis produksi EV di Asia,” imbuhnya.
Berdasarkan penilaian Bloomberg NEF, Indonesia berada diperingkat 22 dari 30 negara yang dinilai mampu meningkatkan daya tarik investasinyapada ekosistem rantai pasok baterai listrik.
Penilaian tersebut berdasarkan beberapa aspek, antara lain industri, inovasi, dan infrastruktur.
Selain itu, ketersediaan bahan baku, manufaktur baterai, permintaan di sektor hilir dan kebijakan terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola“juga merupakan aspek penilaian Bloomberg NEF.
“Indonesia diharapkan dapat segera menarik investor pada ekosistem rantai pasok baterai listrik,” kata Wamendag Jerry.















