JAKARTA-Nasib Komjen Pol Budi Waseso terancam. Sejumlah informasi menyebutkan , posisi Mantan Kapolda, Gorontalo ini sebagai Kepala Bareskrim Mabes Polri akan dicopot. Namun, pihak istana masih bungkam.
Bahkan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan tidak membenarkan atau membantah hal itu. Namun, dia menyebut bahwa Presiden Jokowi tak menginginkan ada kegaduhan dalam penegakan hukum. “Presiden dan Wapres kan sudah memerintahkan di Bogor jangan menciptakan kegaduhan. Kalau mau menindak secara hukum silakan, tapi bisa dilakukan dengan arif tanpa terlalu dipublikasikan,” kata Luhut usai mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (2/9).
Informasi yang berkembang menyebutkan, pencopocotan Jenderal Polisi kelahiran, Pati, Jawa Tengah, 19 Februari1960 ini atas perintah Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).
JK konon geram dengan manuver Buwas dalam mengungkap sejumlah kasus yang terkesan over reaktif.
Kegeraman JK semakin memuncak saat Bareskrim memeriksa kantor Dirut Pelindo II, RJ Lino terkait pengadaan 10 unit mobil crane. Maklum, JK disebut-sebut memiliki kedekatan dengan sang Dirut.
Indikasi kedekatan JK dengan Lino terlihat Dirut Pelondo, Lino menelpon, Kepala Bappenas, Sofyan Djalil yang juga salah seorang kerabat dekat JK. Rirut Lino menelpon Sofyan saat Bareskrim mengobok-obok kantor Pelindo. “Sepertinya karena itu ya (penggeledahan kantor RJ Lino),” ucap sumber www.beritamoneter.com di Jakarta, Rabu (2/9).















