Jauh sebelum kasus Dirut Pelindo mencuat, JK juga geram dengan sikap Buwas dalam kasus dugaan korupsi mantan Mentri BUMN yang juga Dirut PLN, Dahlan Iskan.
Waktu itu, Buwas mengincar Dahlan Iskan atas perannya dalam pengadaan 16 mobil listrik untuk Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Bali pada 2013.
Dahlan juga menjadi tersangka dugaan korupsi pembangunan 21 gardu induk di Jawa-Bali dan Nusa Tenggara Barat ketika menjabat Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN). Meski pada akhirnya, Dahlan Iskan dibebaskan setelah menang di praperadilan.
Tak hanya itu, dalam kasus dugaan korupsi kondesat, JK juga dikhabarkan marah dengan manuver Buwas. Apalagi saat ini, tanpa tedeng aling-aling, Buwas mengatakan akan memeriksa siapapun yang terkait kasus korupsi kondesat yang menyeret dua bekas petinggi BP Migas dan bos PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) ke ranah pidana. Dalam kasus kondesat ini, nama JK disebut-sebut ikut memberi persetujuan.
Hingga saat ini, berita pencopotan Buwas masih menjadi rumor. Istana Kepresienan bungkam atas informasi itu.
Namun yang pasti, sejumlah nama pengganti Buwas mulai muncul. Diantaranya, Komjen Saut Usman Nasution dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Tito Karnavian. “Buwas dicopot, diganti Saut Usman Nasution,” ucap sumber beritamoneter.com yang enggan disebutkan jatidirinya itu.















