Senada dengan itu, pengkritik paling pedas untuk Presiden Jokowi, Rocky Gerung menilai, Gibran Rakabuming Raka tidak memiliki ilmu yang cukup dalam banyak hal.
Rocky Gerung tidak bisa membayangkan ketika Gibran Rakabuming Raka menjadi Wapres dan tiba-tiba menjadi presiden ex officio menggantikan Prabowo Subianto yang berhalangan karena sakit dan harus berdebat di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tentang Palestina.
“Anda bayangkan, Gibran hari ini dilantik jadi wakil presiden, misalnya, lalu terjadi krisis politik di timur tengah. Lalu pak prabowo harus istirahat karena kesehatannya merosot setelah kampanye. Maka gibran naik ex officio mewakili presiden diundang ke forum PBB untuk berdebat soal palestina. Nol pengetahuan Gibran. Itu yang terjadi,” tegas Rocky Gerung.
Rocky Gerung mengingatkan bahwa bangsa ini, dari zaman kemerdekaan selalu dihuni oleh mereka yang berpikir tajam. Dia antara lain menyebut politisi-politisi ulang berpikiran tajam seperti Natsir, Soekarno, Bung Hatta, dan masih banyak lagi. ***














