JAKARTA – Mantan Wakil Presiden (Wapres) pendamping Presiden Jokowi pada 2014-2019 Muhammad Jusuf Kalla (JK) menilai, Presiden Jokowi mempraktikan politik ancaman saat ini.
Bahkan dirinya, yang pernah bekerja sama dengan dia selama lima tahun kini menjadi korban ancaman masuk penjara.
Politik seperti ini menjadi salah satu penyebab rumit dan runyamnya kondisi politik sekarang ini, selain aksi cawe-cawe Jokowi yang terlalu jauh sehingga memaksakan anaknya menjadi Cawapres pada Pilpres 2024.
Hal itu diungkapkan JK dalam wawancara dengan tim Kumparan yang potongan videonya beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
“Sering juga saya katakan. Wah ini pemilu sayang anak. Ada juga sekarang politik ancaman kan yang ujungnya penjara,” kata JK yang juga pernah menjadi Wapres untuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2004-2009 sebagaimana dilihat pada Kamis 26 Oktober 2023.
Bahkan dia justru menjadi lawan politik Jokowi dan menjadi sasaran tembak dan incaran untuk dijebloskan ke penjara lewat pengusutan kasus korupsi.
Ini dilihat JK sebagai penerapan politik ancaman yang berujung pada penjara. Dan itu dirasakan oleh JK sendiri.
Pasalnya lembaga penegak hukum mengusut kasus korupsi tol layang MBZ yang melibatkan perusahaan milik keluarga Kalla, Bukaka.














