Saya melihat perkembangannya sangat positif. Banyak ide dan gagasan brilian dari pikiran Presiden. Gagasan-gagasan itu berisi harapan bahwa akan terjadi perbaikan, terutama perekonomian rakyat, bangsa dan Negara.
Maklum saja, saat mulai memerintah, Presiden Jokowi dihadapkan pada persoalan keterbatasan dana.
Bisa dielaborasi maksud keterbatasan dana ini?
Pemerintahan Jokowi diwarisi oleh beban cicilan hutan yang ditinggalkan oleh perilaku lama. Misalnya saja, utang BLBI, KLBI ditambah dengan kredit macet yang jika ditotal mencapai Rp 1.075 triliun uang negara hilang.
Pada pemerintahan sebelumnya, negara harus membayar sekitar Rp 150 triliun per tahun.
Dan saya percaya beban utang itupun massih terus ada hingga saat ini.
Artinya, beban pemerintahan Jokowi sangat berat?
Saya kira, angka Rp 150 Triliun per tahun itu cukup berat bagi Negara.
Hal ini diperparah dengan kondisi ekonomi global yang belum membaik di Negara Amerika dan Eropa. Pasar keuangan dunia pun rontok.
Namun terlihat jelas, Presiden kita cerdas.
Presiden dan Timnya mencoba untuk menarik investasi sebanyak mungkin ke dalam negeri.
Apakah Indonesia masih memiiliki daya tarik investasi, mengingat resiko invetasi masih tinggi?
Saya kira, sudah membaik. Segala hambatan investasi dipangkas. Presiden sendiri sudah mencanangkan kebijakan reformasi dengan memberi kemudahan perijinan.













