Artinya, tegas Presiden, dirinya baru berumur baru 4 tahun saat PKI dibubarkan, sementara tidak ada PKI balita (bawah lima tahun).
Yang kedua, urusan yang berkaitan dengan antek asing. Presiden menjelaskan, tahun 2015 yang namanya Blok Mahakam sudah 50 tahun dikelola oleh Perancis dan Jepang, yaitu melalui Total dan Inpex.
Tapi 2015, Blok Mahakam itu sudah diambil pemerintah 100 persen, dan diberikan ke Pertamina.
“Saya juga 4 tahun nggak cerita apa-apa mengenai itu. Saya diam. Tapi begitu dituduh-tuduh antek asing saya ngomong, baru ngomong sekarang biar masyarakat tahu, ulama tahu. Sudah ngambil, dipikir ngambilnya itu mudah, dituduh antek asing,” ucap Presiden.
Presiden juga menunjuk contoh Blok Rokan, blok minyak gas terbesar di Indonesia, yang sudah ini blok minyak dan gas terbesar di Indonesia, dikelola oleh Chevron di Amerika Serikat.
Sudah 90 tahun lebih, diam, tidak ada omongan antek asing-asing.
“2018 pertengahan sudah dimenangkan 100 persen oleh Pertamina. Gitu kok dituduh antek asing-antek asing,” keluh Presiden Jokowi.
Demikian juga dengan Freeport di Papua, yang merupakan tambang emas terbesar di dunia, 40 tahun lebih dikelola oleh yang namanya Freeport Macmoran. Kini 51,2 persen mayoritas saham sudah kita ambil dan dikelola oleh BUMN.














