Namun, Presiden mengeluhkan sudah malah dirinya dituduh antek asing.
“Dipikir ngambil seperti ini mudah. Dipikir ngambil seperti ini gampang. Kalau mudah dan gampang bisa diambil sejak dulu. Kenapa nggak bisa diambil? Ya memang sulit. Sulit negosiasinya, intrik politiknya berat,” ujar Presiden Jokowi.
Presiden juga meluruskan isu yang mengatakan, azan akan dilarang, perkawinan sejenis akan dilegalkan, yang meski fitnah tetapi 9 juta lebih orang percaya isu tersebut.
Demikian pula yang paling baru, dana haji untuk infratruktur dan kriminalisasi ulama.
Kepala Negara menegaskan, isu-isu tersebut harus diluruskan.
“Kita harus berani melawan itu, kita harus berani meluruskan itu jangan diem saja, jangan diem dipikir kita nggak berani melawan, jangan diem,” tegas Kepala Negara seraya menekankan, rakyat jangan dibuat bingung karena hal-hal seperti ini.
Presiden meminta kepada para kiai dan para tokoh-tokoh yang hadir dalam acara silaturahim itu agar kalau ada isu-isu seperti itu segera direspons dan diluruskan.














