Lebih lanjut, dia meminta agar mengedepan pola komunikasi yang santun dan beretika. Karena itu, narasi yang disampaikan ke ruang public harus merujuk pada semangat mempersatukan Indonesia. “Pilihlah kosa kata yang menyejukan,” ucapnya.
Imanta mengaku miris tata krama komunikasi yang muncul diruang public akhir-akhir ini sudah melampaui batas kewajaran. Tata nilai kebhinekaan yang selama ini diwariskan dan terbangun dalam relasi sosial kemasyarakatan sudah ditinggalkan. Terbukti, masyarakat gampang sekali menghujat.
“Karena itu, kami kembali mengajak masyarakat agar tetap memegang teguh nilai nilai Pancasila dan ketimuran dalam berkomunikasi. Jangan karna ada kontestasi Pemilu kita mau terpecah dalam dalam dikotomi komunikasi yang saling menyerang dan menciderai relasi sosial masyarakat majemuk yang sudah tertata dalam semangat kebhinekaan dan rasa persatuan kita selama ini,” pungkasnya.















