Lebih jauh Airlangga memberikan contoh, bagaimana Bung Hatta saat menjadi wapres justru hidup sederhana dan memilih mengencangkan ikat pinggan. Bung Hatta sempat mengungkapkan salah satu penyakit elit politik dan pejabat di Indonesia adalah senang menaikkan gaji, sementara rakyat harus menanggung beban,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi PPP MPR, Zainut Tauhid, mengungkapkan gaya kepemimpinan Presiden Jokowi sedang ditunggu guna membenahi masalah yang dihadapi negara ini. “Sistem presidentil sebenarnya memperkuat posisi Jokowi untuk mengambil keputusan sendiri, termasuk menentukan UU, apakan diterima atau tidak dari DPR. Juga, punya hak kuat untuk menentukan seseorang di jabatan publik,” katanya
Menurutnya, sistem presidentil ini ada kelemahan yaitu saat Jokowi JK menang di pilpres kemarin, tidak mendapatkan dukungan mayoritas, membuat Jokowi harus bisa menarik beberapa partai untuk mau berkoalisi sehingga suaranya di DPR nanti bisa kuat.
Sedangkan Ferry Mursyidan Baldan, Sekjen Partai Nasional Demokrat, melihat sistem presidentil sebenarnya memperkuat juga peran DPR RI untuk mengontrol pemerintah Jokowi. “Disinilah perlunya DPR yang kuat sehingga membackup pemerintahan Jokowi,” pungkasnya. (ek)














