JAKARTA-Presiden Joko Widodo menyesalkan sikap masyarakat akhir-akhir ini yang tidak lagi bisa membedakan antara kritik dengan menghina, bahkan makar. Karena tak lagi bisa membedakan akibatnya energi masyarakat habis untuk membangun dan mewujudkan cita-cita yang besar.
Penegasan disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) sekaligus HUT Partai Hanura ke 10 di Jakarta, Rabu (21/12) kemarin.
Munaslub Partai Hanura diselenggarakan untuk memilih ketua umum baru menggantikan Jenderal Purnawirawan Wiranto yang melepas jabatannya karena berkosentrasi sebagai Menko Polhukkam. Munaslub akan memilih calon ketua umum tunggal Oesman Sapta Odang.
Presiden Jokowi mengingatkan agar semua pihak seharusnya bisa fokus paada mengatasi berbagai persoalan di negara kita. “Jangan sampai energi habis untuk hal tidak perlu. Seperti akhir-akhir ini. Orang lupa bedanya kritik dengan menghasut, kritik dengan menjelekkan. Tidak bisa bedakan mana kriitk, mana hasut. Mana kritik, mana yang makar. Tidak bisa bedakan. Padahal sudah jauh sekali. Energi masyarakat sudah habis hanya untuk itu. “Padahal beda sekali. Apalagi bedanya kritik dengan makar,” sindir Presiden Jokowi.















