Wiranto, ke depan nanti pengelolaan negara ini akan banyak mengalami tantangan. Sehingga membutuhkan kebersamaan.
Oleh karena itu semua ini tergantung pemimpinya, banyak sejarah bangsa-bangsa yang timbul tenggelam karena pemimpinnya. “Makanya mari kita kawal pemerintahan ini untuk menyelesaikan tugasnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wiranto sekaligus menyampaikan permohonan pengunduran sebagai Ketua umum Partai Hanura, “Pada kesempatan ini izinkan saya untuk berkonsetrasi penuh menjalankan tugas saya sebagai Menko Polhukkam. Izinkan saya secara resmi mengundurkan diri sebagai Ketua umum Partai Hanura,” katanya.
Dengan pengunduran dirinya itu, maka momen Munaslub ini akan menjadi perhelatan memilih ketua umum baru melalui Munaslub. “Saya yakin akan kedewasaan saudara semua, pemilihan akan berjalan dengan lancar,” kata Wiranto.
Lebih jauh, Wiranto mengatakan sudah 5 bulan lebih dirinya bertugas dalam kabinet pemerintahan Jokowi-JK. Selama itu, ia mengakui kinerja pemerintahan Jokowi-JK bekerja super cepat sehingga dirinya harus melepas jabatannya sebagai ketua umum partai agar bisa lebih konsentrasi menjalankan tugas pemerintahan.
“Saya bisa katakan pemerintahan bekerja sudah lebih cepat. Siapapun harus berlari dengan pemerintahan yang super cepat ini,” katanya.















