JAKARTA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada menteri, kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian untuk mengecek satu per satu anggaran di lembaga masing-masing. “Satu persatu cek. Mana yang benar, mana yang tidak benar, mana yang menghamburkan, mana yang memboroskan, hilangkan pastikan kalau memang anggaran itu memang bermanfaat,” katanya saat menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/12) pagi.
Presiden mengingatkan menteri, gubernur, bupati, dan walikota bahwa mereka harus tahu dan paham betul kemana alokasi anggaran itu dikeluarkan. Karena ini ada uang rakyat dan menjadi tanggung jawab kita semuanya. “Saya juga meminta para menteri, kepala lembaga, baik gubernur, bupati, walikota, bahwa anggaran yang dikeluarkan harus tepat sasaran. Harus tepat sasaran dan berdampak pada rakyat,” ujarnya.
Presiden Jokowi menekankan, agar jangan muncul lagi jenis program kegiatan yang tidak jelas. “Sekali lagi saya ulang, jangan muncul lagi jenis program-program yang tidak jelas, yang tidak konkrit atau kalimatnya bersayap, dengan kalimat yang absurd,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi menunjuk contoh Menteri Kelautan dan Perikan Susi Pudjiastuti yang menghapuskan kalimat-kalimat tidak jelas dalam program kementerian. “Saya sampaikan kepada kementerian dan lembaga, gubernur, walikota, bupati harus jelas. Kalau ‘pemberdayaan’, ‘peningkatan’, ‘kualitas’ , yang jelas sajalah. Kalau petani yang jelas, beli benih padi, beli bibit holtikultura, sudah jelas itu jelas. Uangnya kan keluar untuk siapa kan jelas,” imbuhnya.














