JAKARTA-Ketua Fraksi Gerindra, Ahmad Muzani menegaskan langkah Presiden Jokowi dalam membentuk kabinet ramping dan efisien ternyata tidak sesuai dengan yang pernah dijanjikannya.
“Pak Jokowi itu kan menjajikan posturnya tidak berubah, ya itukan berarti apa yang pernah dijanjikannya berbeda dengan kenyataannya,” katanya, di nusantara 1, Gedung DPR.
Muzani menduga Jokowi dalam posisi terjepit, antara program yang akan dilaksanakan dengan kondisi lapangan soal partai pendukung.
“Saya melihat Jokowi/JK akhirnya harus menyerah dengan keadaan dimana ada situasi yang memaksa sehingga dia harus kompromi dengan keadaan,” tuturnya
Terlihat, kata Muzani, Jokowi mulai tak konsisten dengan ucapannya.
“Saya melihatnya seperti itu, karena janji tidak semudah dengan apa yang diucapkannya,” tegasnya dengan nada lantang.
Koalisi Merah Putih (KMP), tidak akan rekonsiliasi untuk mendapatkan dudukan di kabinet Jokowi/JK, saat ini KMP focus diparlemen , jadi saya kira biarlah itu menjadi wilayah Jokowi/JK dengan partai-partai pendukungnya kita tetap pada kekuatan melakukan check and balance.
Sementara itu Koalisi Indonesia Hebat (KIH), TB Hasanuddin mengatakan pembagian kursi menteri akan menjadi semangat baru bagi partai-partai anggota KIH.













