Namun Presiden Jokowi mengingatkan tanpa kesatuan dan sentralitas ASEAN, peran ASEAN sebagai kontributor penting untuk keamanan dan stabilitas kawasan akan sirna. “Jika hal tersebut terjadi, maka masa depan ASEAN akan suram,” ujarnya.
Dalam sidang tersebut Presiden Jokowi juga membangkitkan semangat negara-negara anggota ASEAN.
Ia menyebutkan, perekonomian ASEAN merupakan sebuah kisah sukses tersendiri. “GDP ASEAN selama dua tahun berturut-turut tumbuh secara positif, yaitu 4,7 persen. Pertumbuhan ini di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global, Uni Eropa, dan Amerika Serikat,” ungkap Presiden.
Untuk itu, Presiden Jokowi mengajak para pemimpin negara ASEAN untuk selalu memperkuat kerja sama ekonomi negara-negara kawasan.
Ia menyebutkan, setidaknya terdapat tiga hal yang harus dipastikan oleh masyarakat ASEAN. Pertama, memastikan kerja sama ekonomi yang dapat dinikmati oleh masyarakat ASEAN secara merata. “Kesenjangan pembangunan antara negara anggota ASEAN harus semakin diperkecil,” tegas Presiden.
Kedua, Presiden meminta ASEAN untuk memastikan keterlibatan dan kemajuan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) melalui pengembangan teknologi dan inovasi serta perluasan akses keuangan dan pasar. “Jika rakyat ASEAN tidak merasakan manfaat keberadaan ASEAN, maka akan sulit bagi ASEAN untuk tumbuh berkembang secara berkelanjutan,” lanjut Presiden.













