JAKARTA – Presiden Joko Widodo diminta untuk berhati-hati dan tidak meremehkan gerakan yang muncul dari berbagai kampus di tanah air belakangan ini, yang memprotes kekuasaan Jokowi yang dianggap sudah melenceng dari nilai-nilai demokrasi.
Direktur Juru Kampanye Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo – Mahfud MD Mohammad Choirul Anam mengatakan saat para guru besar dan mahasiswa bergandeng tangan, peristiwa 1998 bisa Kembali terjadi di tahun 2024.
Sebagai aktivis Gerakan 1998, Anam mengungkapkan ada kesamaan menarik dari peristiwa politik 1998 dan 2024 ini.
“Yang terjadi, suara dan fenomena di masyarakat ditangkap oleh kampus. Bedanya mahasiswa masa kini tak lagi bergerak di jalan, tetapi ditambah dengan postingan dan sosial media mereka,” tandas Choirul Anam saat menjadi narasumber dalam diskusi media di Media Center Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo – Mahfud MD di Cemara, Jakarta, 5 Februari 2024 bertema ‘Gerakan Intelektual Kampus dan Netralitas Presiden beserta Aparatur Negara dalam Pemilu 2024’.
Menurut Anam, karena muak pada kepongahan yang terus berlanjut, saat ini sampai muncul gerakan ‘Yang Penting Bukan 02’.
Ini bukan hanya karena sosok di 02, tetapi juga akibat proses politiknya, dimulai dari istilah ‘Mahkamah Keluarga’ yang menjungkirbalikkan tatanan hukum.













